Resensi Film: The Shallows (2016)

Pada prinsipnya, travelling bagi seorang traveller dan backpacker adalah sebuah keharusan. Ibaratnya, travelling bagi seorang traveller/backpacker adalah hal bodoh dan Kanye West, mereka selalu berjalan beriringan. Seorang traveller/backpacker wajib posting foto di akun instagram mereka agar dapat nilai tambah dari sesama kaumnya, walau pun yang dipasang cuma foto kebon singkong di daerah Sukabumi dengan caption foto “Surga di Bumi”.

Begitu juga, Nancy (Blake Lively), dia adalah seorang traveller yang juga seorang surfer. Nancy mengunjungi pantai tempat di mana dulu Ibunya yang wafat karena sakit kanker, pernah berselancar di situ. Nancy semacam ingin mengikut jejak ibunya, sama seperti Ibas ingin mengikuti jejak ayahnya yang takut kepada Bu Ani.

Nancy (Blake Lively) in Columbia Pictures' THE SHALLOWS.

Dengan menumpang Chevrolet Silverado milik warga sekitar, sampailah Nancy di Pantai yang kita nggak tahu apa namanya. Sampai di Pantai yang kita nggak tahu namanya, Nancy bertemu dengan 2 orang surfers yang kita juga nggak tahu siapa nama mereka. Pantai yang kita nggak tahu namanya tempat Nancy selancar ini sangat bersih dan indah, tipikal sebuah Pantai di mana Brooke Shields dan Christopher Atkins bakalan tenang berkopulasi tanpa niat balik ke peradaban manusia. Tapi Pantai yang kita nggak tahu namanya itu ternyata bukan Pantai yang bersahabat. Karena di situ ternyata terdapat seekor hiu putih yang di film ini juga kita nggak tahu siapa namanya.

Nancy terperangkap sendirian di Pantai itu, Nancy nggak membawa peralatan apapun, kecuali perhiasan dia dan dua buah aset berharga yang tiap malam selalu dijamah Ryan Renolds. Nancy terperangkap diatas sebuah batu karang yang dalam waktu sekian jam akan tenggelam karena air laut pasang. Dengan memutar otak layaknya Macgyver, Nancy yang terluka di bagian paha mulusnya berusaha untuk terbebas dari incaran hiu putih yang kita nggak tahu siapa namanya.

shallows10

Alhamdulilah, pertolongan Allah berpihak kepada Nancy karena mungkin Nancy sering sholat tahajud dan berdzikir lebih tulus daripada metode sedekah Ucup Mansur. Nancy berhasil lolos dari maut setelah mengalahkan sang hiu putih yang kita nggak tahu siapa namanya. Nancy bertarung satu lawan satu, sebuah pertarungan yang sama serunya seperti pertarungan Connor Mcgregor melawan Nate Diaz.

——

Oke, jadi ini film tentang hiu pembunuh. Dan saat kita dengar film tentang ikan hiu, maka yang ada di pikiran kita adalah film yang berjudul JAWS. Nggak apa-apa, wajar kalau kita berpikir begitu. Sama wajarnya kalau kita selalu berdecak ‘meh’ tiap kali membaca berita tentang Ahmad suaminya Mulan. Tapi jelas salah kalau membandingkan film ini dengan Jaws.

shallows3

Film ini mungkin tidak sebagus JAWS, tapi bukan berarti film ini jelek. Film ini lumayan untuk dibilang bagus, bahkan mungkin di atas lumayan. Jaume Collet-Serra, sutradara film ini dapat secara pas menyuguhkan plot yang membuat kita khawatir dengan keadaan Nancy, sekaligus gregetan dengan si ikan hiu yang kita nggak tahu namanya. Jaume Collet-Serra tidak perlu menampilkan banyak drama atau ide tentang kenapa Nancy memilih untuk surfing di tempat terpencil yang tidak aman dan kita nggak tahu namanya tadi. Mungkin Jaume Collet-Serra berpedoman, semakin sedikit plot cerita maka semakin sedikit pula kelemahan film ini. Itu sebabnya di film ini sedikit sekali plothole yang kita temukan.

Terhitung tidak lebih dari 10 orang pemain di film ini. Aktris utamanya tetap Blake Lively dan burung camar yang dia beri nama Steven Seagull. Blake Lively tidak kurang sedikit pun berakting di film ini, dia tahu bagaimana menampilkan mimik ketakutan yang setengah mati kesadarannya serta semangatnya dipaksa muncul. Steven Seagull pun tahu bagaimana memerankan burung camar yang sayapnya keselo. Ikan hiu yang kita nggak tahu siapa namanya pun tahu bagaimana menjadi ikan hiu. Danieldokter pun tahu bagaimana berpura-pura mirip Keanu Reeves, padahal dia lebih mirip Stephen Chow.

The+Shallows

Kamu akan suka film ini kalau kamu pernah menonton JAWS. Kalau pun ternyata kamu pernah menonton film kelas B semacam Sharknado pun kamu tentu pasti akan suka. Ibarat kombinasi 2 film, film ini adalah kombinasi antara Castaway dan Open Water. Kalau kamu suka film-film yang saya sebut diatas, maka kamu akan dengan senang hati menonton film ini. Ini film tentang pantai dan teror yang ada di pantai yang tidak murahan seperti film Jenglot Pantai Selatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s