Resensi Film: Suicide Squad (2016)

Ulasan film Suicide Squad versi saya ini tidak berafiliasi dengan situs kritik film mana pun. Ulasan film ini berdiri sendiri, dan sama seperti polisi, kritikus film adalah golongan manusia yang tidak dapat dipercaya. Kata para kritikus film tomat busuk, Suicide Squad adalah film yang buruk. Kalian tidak perlu percaya mereka. Karena saya yakin mereka belum pernah menonton film lokal yang berjudul Garuda Superhero. Paham?

Pasca kematian Superman di film Batman versus Superman: Dawn of Justice, pemerintah Amerika ketakutan kalau suatu saat Superman yang telah mati muncul kembali bukan sebagai superhero tapi sebagai teroris. Melalui Amanda Waller (Viola Davis), pemerintah Amerika lalu membuat program anti-teror dengan cara mengumpulkan para penjahat kelas kakap dengan tujuan untuk menjalankan misi yang tidak mungkin di jalankan oleh Batman. Kenapa? Karena Batman sedang sibuk pacaran dengan Wonder Woman sambil mengumpulkan metahuman lainnya dalam sebuah program bertajuk Kumpulin- Metahuman-Kayak-Orang-Ngumpulin-Pokemon bernama Justice League.

suicide-squad-assembled

Kemudian Amanda berhasil mengumpulkan para penjahat seperti Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Captain Boomerang (Jai Courtney), El Diablo (Jay Hernandez), Killer Croc (Adewale Akinnouye-Agbaje) dan satu penjahat yang mati duluan, yaitu Slipknot (namanya saya lupa). Amanda Waller juga memasang Rick Flag (Joel Kinnaman) yang bertugas sebagai baby sitter mereka. Setelah terkumpul lalu mereka memutuskan mencari nama, akhirnya terpilihlah nama Suicide Squad, bukan Comic 8.

Rick Flag mempunyai seorang pacar bernama June Moone (Cara Delavigne) yang saat kesurupan bisa mendapatkan kekuatan super dari semacam kuntilanak berumur 6000 tahun bernama Enchantress. Nah, dari sinilah muncul huru-hara yang membutuhkan peran Suicide Squad untuk menanggulanginya.

Enchantress yang merasa dikuasai oleh Amanda Waller lalu memberontak dan memutuskan untuk menghancurkan umat manusia. Enchantress lalu mendatangkan pasukan dari masa lampau dengan bantuan saudaranya yang mirip En Sabah Nur di film X-Men. Tapi dengan kegigihan Suicide Squad yang dipimpin oleh Rick Flag yang super drama, Deadshot yang ternyata wise-guy dan Harley Quinn yang pantatnya bahenol akhirnya Enchantress berhasil dikalahkan dengan cara dicabut jantungnya. Kemudian filmnya selesai, dan setelah filmnya selesai kita Cuma ingat tentang Harley Quinn dan Deadshot.

harley-quinn-spinoff

Lalu dengan plot sedemikian mudah dan gampang, di mana bagusnya film ini? Apa benar film ini jelek seperti yang dibilang para kritikus itu?

Setiap film tentu ada bagusnya, walaupun film itu bikinan KK Dheeraj, tentu saja ada bagusnya. Nah, film ini bagusnya adalah kita bisa melihat penjahat pura-pura jadi jagoan. Kenapa nggak? Kalo kita bisa melihat Ben Affleck jadi Batman, kenapa kita nggak bisa lihat kumpulan penjahat melakukan aksi ugal-ugalan buat mengalahkan cewek kesurupan yang punya pasukan dari masa lampau?

Kita emang cuma akan disuguhi pantat Harley Quinn yang muncul secara seksi tiap 5 menit, tapi siapa yang bisa menolak hal itu? Ditambah lagi kita juga diperlihatkan tentang usaha Floyd Lawton alias Deadshot yang berusaha untuk terkesan berguna bagi bangsa dan negara demi nama baik di depan anak kesayangannya. Itu juga yang dilakukan Scott Lang waktu dia nerima tawaran Hank Pym buat make kostum Ant-man, iya kan?

NEnNathAbT1cqq_1_b

David Ayer, sutradara film ini mungkin nggak berhasil bikin film ini jadi bagus. Tapi usaha dia buat bikin film ini jadi film Worst Heroes Ever terbukti sukses. Film ini mungkin emang buruk, tapi kumpulan penjahat dengan psikologi yang fucked-up memang sudah sepantasnya buat tampil buruk. El Diablo tentunya bakalan jadi karakter dengan kekuatan metahuman yang menarik, dia bisa mengeluarkan api, dia bisa berubah jadi setan yang seluruh tubuhnya diselimuti api, dan itu adalah hal yang keren.

Kalo ada karakter yang paling menarik di film ini, sudah pasti itu adalah Amanda Waller. Viola Davis berhasil memerankan Amanda Waller jadi sosok yang sadis dan bakalan membunuh demi nama baik Amerika, semua diperankan dengan kejam oleh Viola Davis. Amerika emang kejam, itu adalah alasan yang mutlak kenapa Donald Trump jadi calon kuat Presiden Amerika selanjutnya dibanding Hillary Clinton.

maxresdefault

Saya agak kurang setuju kalau para kritikus film bilang ini adalah film yang jelek. Karena sesuatu yang jelek itu justru bagus kalau ditonton tanpa ekspektasi bagus. Di film ini juga muncul Joker (Jared Leto) yang perannya hanya untuk menunjukkan bahwa tampilan Pimp Daddy itu emang layak jadi tampilan seorang penjahat. Ditambah lagi ada kemunculan Batman yang sebenarnya nggak muncul juga nggak memberikan dampak apapun buat film ini jadi bagus.

Tapi biar bagaimana pun, setidaknya kita pernah melihat film tentang para penjahat legendaris yang melawan cewek kesurupan. Dan Marvel Comic nggak pernah bikin film dengan ide cerita seperti itu.

Keren, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s